Feeding My Newborn

Saat pertama memompa ASI,  saya a bit clueless soal memompa, menyimpan dan menyiapkan ASI Peras (ASIP). Saya ngerasa kewalahan dengan begitu banyak info. Saya nggak senang dengan ngebaca sesuatu yang semi ilmiah dan sumbernya nggak dicantumkan, jadi  akhirnya saya memutuskan untuk baca jurnal aseli soal cara memeras, menyimpan dan menyajikan ASIP.

Link berikut http://www.bfmed.org/resources/Download.aspx?filename=ABMProtocol_3%20Revised.pdf  adalah tulisan yang menjadi rujukan saya saat menyiapkan ASI (jurnal diterbitkan oleh breastfeedingmedicine). 

Tentu saja, sebisa mungkin saya memberi ASI secara langsung, baik di rumah atau pun saat jalan ke luar. Saat ini, breastfeeding cover jadi teman baik Baby A dan aku.  Favoritku adalah Bebe au Lait yang bahannya muslin. Bahannya adem, cepat kering kalau dicuci dan motifnya keren. Nursing cover ini juga saya jadikan shade di stroller kalau matahari lagi terik.



 

Apa saja yang diperlukan untuk memompa, menyimpan dan menyajikan ASIP?

 

Pump. Saya memakai double electric pump dari Avent. Waktu tahu saya nggak usah bungkuk saat memompa ASI, I am sold. Ditambah harganya juga cukup kompetitif jadi ya saya beli deh. Untuk dipakai sebagai manual breast pump (saya pakai kalau perjalanan singkat), saya cukup membeli tuas dan diafragma tambahannya.
Hands-free bra. Bra elastik ini amat menolong supaya kita nggak pegal saat mompa ASI. Kedua tangan bisa bebas saat memompa ha ha ha. Brand yang cukup familiar adalah simple wishes dan snugabell. Memang agak mahal sih, tapi daripada leher dan tangan sakit… Cara yang murah meriah? Jahitkan sedikit kain di bra menyusui sehingga membentuk celah untuk nipple dan corong breast pump.

Milk collector:
Plastic bag. Saya mencoba 2 brand: Natur & Gabag. Natur memang lebih tipis plastik maupun seal-nya dan saya mengalami 2x kebocoran saat menyimpan ASI. Gabag lebih tebal, dan belum pernah bocor sampai saat ini. Tapi, setelah mengetahui kadar Immunoglobulin A berkurang 60% jika disimpan di kantong plastik (bahan polyethylene), saya move on dan menyimpan ASI di plastic bottle (bahan polypropilene) dan silikon.
Plastic container. Saya memakai brand Snappies, kemasannya 70cc, jadi menurutku  pas untuk ukuran newborn. Tutup nya bagus banget dan praktis saat memanaskan.
Silicon pods. Yang ini saya coba sendiri. Tadinya saya beli silicone pods ini untuk membekukan makanan semi padat untuk bayi. Setelah produksi ASI ku mencapai 500cc an/hari, saya mencoba membekukan ASI di sini. Saya senang dengan cara ini soalnya nggak ada sisa-sisa ASI yang menempel di dinding kontainer.

Di kontainer ini ada 9 pods, masing2 kapasitasnya 70cc. Saya biasanya hanya mengisi 60cc supaya tidak tumpah-tumpah. Setelah seluruh susu membeku, saya akan memindahkan kepingan ASI ke plastik besar yang sudah dilabel tanggalnya. Saat dibutuhkan, saya tinggal memanaskan satu atau dua keping susu.

Milk warmer. Dipakai untuk menghangatkan susu yang dingin/beku. Meskipun di jurnal tsb disebutkan sebetulnya ASIP dingin tidak masalah diberikan (it’s all a matter of preference giving warm/cold milk)- tapi saya kok nggak tega ya ngasih ASIP dingin dari kulkas 😅. Saya memakai milk warmer Dr Brown soalnya bentuknya slim dan pengatur waktunya sudah digital.

Freezer.

Nipple cream.

Other stuff:
Milkies Freeze. Saya diberi milk bag organizer ini sebagai hadiah dari temanku. Konsepnya bagus sih, jadi susu yang pertama diperas akan terpakai lebih dulu. Kalau kamu organization freak, pasti suka deh. Meski demikian, ada juga cara DIY yang sama efektifnya. Tapi berhubung saya memakai silicone pods dan Snappies saat ini, Milkies Freeze ini nggak kepakai.

HOW OFTEN I PUMP?

Saya memompa awalnya 2x sehari. Namun pada minggu ke-3 saya mulai memompa pagi, siang dan malam hari supaya breast rasanya nggak terlalu penuh. Sekali memompa, bervariasi, kadang dapat 100cc, kadang bisa 250cc.  Sekali memompa saya hanya melakukannya selama 15-20 menit supaya nggak terlalu kecapean dan nantinya malah malas mompa ASI. Tidak ada guidelines yang pasti.

Untuk pumping, yang penting breast sudah tidak terasa tegang/ tense, tidak terasa ada “biji2an di payudara” (seringkali ini adalah kelenjar susu yang penuh dan belum terpompa. Kalau breast masih terasa penuh, saya istirahat dulu, kemudian saya akan memasas breast dan melanjutkan pompa di sisi yang masih terasa penuh.

Do I use SUPPLEMENTS?

Should I say, ga terlalu ngaruh? Ha haha. But there are plenty options out there mulai dari fenugreek sampai sari daun katuk yang bisa memboost produksi ASI. Saya sih minum Blackmore Pregnancy and BreaStfeeding Gold saja.

ORGANIZING & PREPARING MILK

 Baby A saat malam selalu tidur bersama aku dan suami. Jadi, supaya nggak repot di  tengah malam , kami mempersiapkan satu trolley berisi susu formula, pemanas susu, termos air panas, handrub, lap, spidol dan boks penyimpanan botol dan gelas kaca. Setelah memompa ASI, botol akan ditulis atau ASI masuk ke silicone pods.

Susu yang paling lama diperas diberikan lebih dulu untuk baby. Jadi, nulis tanggal is a must!

 

Selalu cuci tangan sebelum menyimpan atau menyiapkan susu dan makanan bayi

Malam hari, saya atau suami akan menyiapkan botol yang akan dipakai untuk memberi susu (saya tidak selalu memberi ASI langsung di malam hari, dan ya- Baby A dad wants to feed him too).

Di malam hari, Baby A biasanya bangun jam 11, jam 2 dan jam 5 subuh. Setelah mengerti baby A biasanya semalam bangun 3x, saya menyiapkan 3 botol susu dan dot-nya. Salah satu akan diisi susu bubuk. Biasanya di jam 11 saya akan menghangatkan ASIP, untuk jam 2 diberi susu formula, dan jam 5 pagi diberi ASIP lagi.

Saat ini, memang tidak ada rekomendasi yang pasti mengenai berapa jam pastinya susu yang telah dicairkan dan diminum boleh diberikan- tapi menurut bfm.org, baiknya ASIP dihabiskan dalam waktu 1-2jam setelah disiapkan (mirip susu formula).

Jadi, bagaimana teman2 menyiapkan minum si buah hati? Do share!

Disclaimer: products mentioned here are non-sponsored. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s