Halo, kali ini saya mau membahas sedikit mengenai hidrokel pada anak, yang sekilas mirip dengan hernia. Berikut adalah diskusi yang sering di ruang praktek mengenai kondisi ini.
| Apa sebenarnya hidrokel? | Hidrokel, adalah adanya cairan di skrotum. Cairan ini berada di lapisan yang ada di kantung buah zakar, dan umumnya berhubungan dengan proses penutupan celah perut di lipat paha. | |
| Seberapa sering keadaan ini terjadi? | 1 dari 10 anak lahir dengan kondisi ini. | |
| Bagaimana hal ini bisa terjadi? | Penumpukan cairan ini bisa terjadi akibat adanya 1. celah di lipat paha yang belum menutup (prosesus vaginalis), sehingga cairan dari rongga perut bisa turun ke skrotum. 2. adanya ketidakseimbangan antara sekresi dan absorbsi cairan di skortum . Disebut juga sebagai hidrokel sekunder atau hidrokel non komunikans. Biasanya akibat trauma minor, torsio testis, epididmitis, operasi varikokele, atau pasca bedah lainnya | |
| Bagaimana memastikan keadaan ini/menegakkan diagnosis | Umumnya gejalanya adalah adanya tumpukan cairan pada skrotum / kantung buah zakar yang bisa membesar bila anak menangis hal ini umumnya diketahui sejak si kecil masih bayi. USG bisa dilakukan untuk mengetahui apakah hidrokel bersifat komunikans (menyambung | |
| Apakah ada kemungkinan penyakit lain yang mirip (atau sering disebut diagnosis banding) | Kondisi ini mirip dengan hernia dan kadang infeksi daerah skrotum. Jadi konsultasikan hal ini dengan dokter bedah anak anda ya.. | |
| Bagaimana mengobati si kecil dengan keadaan ini? | Untuk kondisi hidrokel non komunikans tidak langsung operasi ya Ayah dan Bunda. Umumnya bisa sembuh sendiri. Namun, bila usia 1 tahun masih belum sembuh , maka baru dilakukan pembedahan. Bila si kecil juga mengalami kondisi lain seperti hernia/ testis tidak turun, maka koreksi hidrokel bisa dilakukan lebih dini. | |
| Kapan dilakukan operasinya? | Operasi dilakukan bila usia 1 tahun kondisi ini belum sembuh spontan. Operasi dilakukan lebih cepat bila ditemui juga kondisi lainnya, seperti hernia, ataupun kelainan testis. Jadi mesti didiskusikan dengan dokter spesialis bedah anak anda | |
| Berapa lama operasi berlangsung, dan berapa lama dirawatnya? | Umumnya operasi tidak berlangsung lama, sekitar 30 menit-1 jam. | |
| Apa saja jenis operasi yang bisa dilakukan? | Tindakan bisa dilakukan dengan bedah minimal invasif, ataupun bedah terbuka. Tindakan bedah minima; invasif/laparoskopi menggunakan sayatan bedah yang sangat kecil sekitar 5mm dan bantuan kamera yang kecil sehingga luka sangat tersamar dan nyeri pun minimal. Sementara pada bedah terbuka dilakukan dengan sayatan di lipat paha atau skrotum. | |
| Bagaimana perawatan setelah operasi? | Si kecil akan diminta beristirahat, dan minum obat antinyeri beberapa hari. Perban dijaga kebersihan dan bila memakai perban tahan air umumnya boleh mandi. | |
| Apa saja resiko pasca bedah | Resiko pasca bedah antara lain adalah infeksi luka operasi, hidrokel terjadi lagi, dan nyeri pasca bedah. Diskusikan hal ini dengan dokter bedah anak anda. | |
| Referensi | 1. Lacher, St Peter, Zani. Pearls and tricks in pediatric surgery 2. Pediatric urology guidelines/uroweb.org |

Informasi lanjutan
Bila ayah/bunda ada pertanyaan lanjutan, silakan kontak kami melalui link berikut.
















Leave a comment