Konstipasi kronis

🙋‍♀️Apa sebenernya konstipasi?

Konstipasi Adalah tumpukan kotoran/feses  yang berlebihan di usus besar. Hal ini menyebabkan si kecil susah buang air besar dan buang air besar keras. Hal ini mungkin juga berarti anak kadang hanya mengeluarkan BAB sedikit sedikit bisa padat ataupun cair namun masih tidak lega karena kotoran masih bertumpuk di dalam perut. Kotoran yang tertumpuk di ujung saluran cerna akan menjadi kering akibat cairannya terabsorbsi lagi, dan makin sulit untuk dikeluarkan.

Bila Konstipasi cukup berat maka anak mungkin mengalami kecepirit di mana si kecil mungkin BAB di celana tanpa terasa, biasanya tekstur nya sedikit cair. Hal ini disebabkan BAB yang terlalu banyak jumlahnya di dalam besar dan keluar tanpa sadar. Hal ini kadang salah kaprah dan dianggap sebagai diare.

Penyebab pastinya belum diketahui, antara lain:

1. Tendensi natural , beberapa anak mempunyai gerak usus yg lambat dan menyebabkan kosntipasi

2. Bowel habits, seperti mengabaikan keinginan untuk BAB (misal bermain terus dan “melewatkan” rasa BAB)

3. Menahan BAB (holding on behavior) – kadang setelah BAB yang nyeri karena keras, maka anak menahan BAB nya

4. Diet- beberapa jenis makanan khsuusnya makan yang diproses mungkin menyebabkan konstipasi

5. Penyakit tertentu, pada beberapa anak- misalnya gangguan saraf usus, gangguan saraf tulang belakang, kekurangan tiroid dll juga menyebabkan konstipasi. Meskipun jarang, dokter Anda akan memeriksakan hal ini.

📊Seberapa sering kondisi ini?

Angkanya bervariasi untuk tiap negara, namun sekitar 12% anak mengalami konstipasi.

‼️Gejala

⁃ nyeri perut

⁃ Tidak nafsu makan

⁃ Rewel

⁃ Adanya lecet di anus akibat BAB keras, kadang keluar darah dan nyeri

⁃ Perilaku menahan BAB, seperti menyilangkan kaki, tidak mau BAB ke toilet, menghindar ke toilet

⁃ Bila terjadi cukup lama, kadang anak bisa mengalami soiling/kecepirit

🎯Diagnostik

Pemeriksaan fisik sederhana, yang diperiksa termasuk kadang diperlukan x ray. Pemeriksaan harus lengkap, mulai kondisi gizi, gangguan menelan, dan juga pemeriksaan anus.

✍🏻terapi

Di rumah

KEBIASAAN BAB YANG BAIK

Bila anak sudah toilet trained, maka penting untuk si kecil menumbuhkan kebiasan ke toilet dengan baik

⁃ anak harus ke toilet setelah saraoab, makan siang dan makan malam- meskipun gak terasa pengen BAB. Cukup selama 3-5 menit, gunakan timer.

⁃ Tekankan kebiasaan baik duduk di kloset dengan encouragement—> misal pakai stiker dll. Beri afirmasi positif bila si kecil berhasil

⁃ Dorong si anak untuk merespons bila tubuh memberi sinyal akan BAB

⁃ Pastikan si kecil memiliki alat toilet yang tepat (misal dudukan toilet dengan ukuran yang sesuai

HILANGKAN ASOSIASI NYERI ATAU MENAKUTKAN SAAT BAB

⁃ Kadang anak ada yang merasa takut jatuh saat ke toilet- temani atau pasang dingklik atau rail untuk membantu mereka ke toilet

⁃ Cek juga kondisi toilet yang ada di sekolah dll, untuk memastikan apakah aman buat si anak

ASUPAN YANG SEHAT

⁃ Setidaknya pemberian dua porsi buah tiap hari

⁃ Sari buah prune- ini adalah laksatif alami, dan mungkin efektif

⁃ Berikan sayur setidaknya 3 porsi sehari

⁃ Berikan makanan/sereal yang tidak banyak diproses

Bila usia anak di atas 18 bulan, kurangi susu sapi sampai 500 ml sehari agar nafsu makan mebaik, dan hindari minuman bergula sebelum makan. Hal ini ditujukan supaya nafsu makan membaik saat makan.

Kapan harus ke dokter

Bila anak kurang dari 12 bulan, dan mengalami konstipasi, maka harus diperiksakan ke dokter ya Ayah dan Bunda.

Untuk anak yang lebih besar, bila perubahan diet tidak menolong, atau ada rasa nyeri perut yang hebat, atau ada BAB darah, maka harus dibawa ke dokter.

Biasanya dokter akan memeriksa secara seksama, dan akan ditentukan apakah ada pemeriksaan lanjutan dan juga rencana terapi yang dilakukan.

Beberapa Obat Laksatif. Selalu konsultasikan dengan dokter dahulu!

⁃ sirup parafin, bekerja dengan melubrikasi BAB sehingga mudah lewat. Yang ada di Indonesia: laxadine situp (tdd Phenolpothalein 55 mg, lif paraffin 1200 mg, gliserin 378mg per 5 ml)

⁃ Macrogol3350. Bekerja dengan cara melembutkan BAB. Contoh: Pedilax, Daylax

⁃ Laktulosa. Melembutkan BAB dan dan menstimulasi usus untuk BAB. Contoh: lactulax sirup

⁃ Docusate/poloaxol. Melembutkan BAB

⁃ Senna. Menstimulasi untuk BAB. Anak bisa mengalami kram perut dan diare bila dosis terlalu tinggi. Herbal senna

⁃ Bisacodyl. Mesnstimulasi BAB. Kadang menyebabkan kram perut. Laxadine

⁃ Psyllium husk. Suplemen serat yang berfungsi melembutkan BAB dan laksatif ringan. Bisa dicampur dengan makanan anak.

⁃ Obat-obatan enema (dimasukkan dari anus). Biasanya diberikan untuk konstipasi berat, bisa berupa gliserin dll. Hanya boleh diberikan atas anjuran dokter.

⁃ Bowel irrigation/klisma. Biasanya untuk anak yang konstipas berat. Hanya boleh diberikan atas anjuran dokter.

📚Referensi

1. rch.org.au

❓Pertanyaan lanjutan

Bila Ayah dan Bunda memiliki pertanyaan lanjutan silakan kontak kami di link berikut.

Leave a comment

dr Alifi disini

Selamat datang di laman bedah anak. Blog ini berisi tulisan mengenai anak dengan permasalahan bedah yang mungkin dikhawatirkan Ayah dan Bunda. Terdapat pula tulisan untuk tenaga medis, umumnya berupa referensi singkat. Enjoy!

Let’s connect