| Apakah kelainan ini? | Adanya pelipatan usus, yang menyebabkan sumbatan usus. Paling sering terjadi pada usia balita, namun bisa juga dialami oleh anak yang lebih muda sampai dewasa. Penyebab pasti nya tidak diketahui, namun kadang disebabkan adanya polip atau akibat pasca operasi. |
| Seberapa sering kondisi ini? | Invaginasi adalah penyebab tersering sumbatan usus pada usia balita. |
| Gejala | Nyeri kolik tiba-tiba (nyeri perut hilang timbul), mual, muntah dan pada fase akhir anak BAB darah bercampur lendir. Saat nyeri biasanya anak nangis sambil mengangkat tangan dan kaki, kemudian lama kelamaan anak tampak lelah. |
| Dianostik | Pemeriksaan fisik kadang ditemukan perabaan adanya benjolan di perut. Kondisi ini sangat mirip dengan disentri. Hal ini bisa dibedakan dengan USG – dan bila tidak tersedia bisa juga digunakan foro rontgen. |
| Kenapa perlu diobati | Usus yang mengalami jepitan akan mengalami kerusakan, dan terjadi sumbatan saluran cerna. Sumbatan dan jepitan pada usus ini bisa menyebabkan kebocoran saluran cerna yang berakibat fatal pada si kecil. Bila keadaan ini ditemukan harus dilakukan tindakan sesegera mungkin. Pada fase awal, kadang bisa dilakukan pengobatan secara non-operasi. |
| Persiapan sebelum operasi | Biasanya persiapan pasien dilakukan secara emergensi. Anak akan dipuasakan, di lakukan pemeriksaan darah, dipasang infus dan dilakukan pemberian antibiotik. Si kecil juga akan |
| Tindakan bedah | Prinsip pembedahan adalah melepaskan usus yang terjepit dan juga mengevaluasi apakah usus yg terjepit tersebut kondisinya masih baik atau tidak. Pembedahan bisa dilakukan dengan metode minimal invasif ataupun metode konvensional. Bila dalam fase awal dari kondisi usus baik umumnya jepitan usus hanya dilepaskan saja.Namun bila kondisi usus sudah rusak kadang-kadang usus yang rusak tersebut harus dipotong- dan mungkin harus dilakukan pembuatan lubang bab di dinding perut atau bila hal ini terjadi maka akan diperlukan koreksi operasi bertahap |
| Pemulihan awal setelah operasi | Biasanya anak akan bangun dan sedikit bingung. Dokter bedah anda akan menentukan kapan si kecil boleh minum atau makan tergantung temuan di saat operasi. |
| Pemulihan pasca bedah | Umumnya anak akan minum sedikit-sedikit dan bila bisa menoleransi akan dilanjutkan dengan makan yang lebih banyak. Anak umumnya juga tidak perlu dirawat lama. Bila kondisi usus mengalami cedera berat atau ada kebocoran saluran cerna maka dukungan nutrisi akan dilakukan melalui infus, dan membutuhkan waktu lebih lama di rumah sakit. |
| Kembali beraktivitas | Pada keadaan ringan umumnya anak bisa beraktivitas dalam waktu singkat. Sementara pada anak yang mengalami operasi dengan stoma maka luka operasi harus dijaga dengan baik dan tidak disarankan untuk melakukan olahraga berat selama 2 bulan. |
| Hubungi RS bila | Anak demam, nyeri kolik berulang, terjadi mual muntah, luka operasi keluar cairan terus menerus, |
| Kontrol ke Rumah sakit | Biasanya anak kontrol 1 dan 2 minggu pasca bedah. Namun bila luka operasi mengalami masalah, jadwal kontrol akan disesuaikan |
| Penyulit | 1. Perlengketan usus2. Invaginasi berulang3. Infeksi luka operasi |
| referensi | https://www.chop.edu/conditions-diseases/intussusception |
Informasi lebih lanjut
Bila Ayah/Bunda memiliki pertanyaan lanjutan mengenai kondisi ini, silakan kontak kami di sini.















Leave a comment